إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai Orang-Orang yang Beriman, Bersholawatlah Kamu untuk Nabi dan Ucapkanlah Salam Penghormatan Kepadanya." (Al-Ahzaab: 56)

"MAKE TOMORROW BETTER THAN TODAY"

Jadikan Hari Esok Lebih Baik daripada Hari ini.

"PEOPLE THAT LIKE TELLING THE TRUTH WILL GET 3 THINGS: BELIEF, LOVE AND RESPECT" (Hadrat Ali ibn Abi Thalib).

Orang yang Suka Berkata Jujur Akan Mendapatkan 3 Hal, yaitu: Kepercayaan, Cinta dan Rasa Hormat (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

"TEACH YOUR SCIENCE ALTHOUGH ONE LETTERS"

Ajarkan Ilmumu Walaupun Hanya Satu Huruf.

"MAKE ENGINEERING SCIENCE, RELIGION, HOBBY AND EXPERIENCE BEING A BEAUTIFUL INSPIRATION"

Jadikan Ilmu Teknik, Agama, Hobby dan Pengalaman Menjadi Suatu Inspirasi yang Indah.

Rabu, 12 Desember 2012

SNMPTN TULIS 2013


JAKARTA - Pemerintah menetapkan, Seleksi Nasional Masuk  Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 akan dilakukan satu pintu melalui sistem jalur undangan. Seleksi akan dilakukan dengan melihat nilai rapor dan mempertimbangkan nilai ujian nasional (UN). Artinya, pendaftar SNMPTN 2013 haruslah siswa yang masih aktif pada tahun ajaran berjalan. Lantas bagaimana nasib para alumni?  


Ketua SNMPTN 2013 Akhmaloka menyatakan, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) sepakat, akan mengadakan ujian tulis mandiri bersama, setelah periode seleksi usai. Ujian mandiri ini, dapat diikuti oleh alumni SMA yang tahun lalu masih gagal dalam SNMPTN. Porsi mahasiswa baru yang akan diterima melalui ujian mandiri ini sekira 30 persen dari keseluruhan kuota mahasiswa PTN baru tahun ajaran 2012/2013. 

"Tetapi, peserta ujian mandiri ini harus membayar biaya pendaftaran, tidak seperti SNMPTN yang bebas biaya pendaftaran," kata Akhmaloka dalam acara Launching SNMPTN 2013 di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, tadi malam.

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu tidak menyebut kapan tepatnya ujian mandiri bersama akan dilangsungkan. Namun, Akhmaloka meyakinkan, seleksi dan tes tertulis tersebut akan digelar usai ujian nasional. "Ini sesuai amanat undang-undang," imbuhnya. 

Untuk mengikuti seleksi, sekolah harus mendaftarkan diri dan data siswanya pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) mulai 17 Desember 2012 hingga 8 Februari 2013. Periode pendaftaran adalah 1 Februari - 8 Maret 2013. Panitia SNMPTN 2013 dengan Kemendikbud akan menyeleksi data pendaftar yang masuk pada 9 Maret hingga 27 Mei 2013. Hasil seleksi akan diumumkan pada 28 Mei 2013.


Source : Okezone.com

Kenapa Harus Politeknik ?


Gambar : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Politeknik atau sering disamakan dengan institut teknologi adalah penamaan yang digunakan dalam berbagai institusi pendidikan yang memberikan berbagai jenis gelar dan sering beroperasi pada tingkat yang berbeda-beda dalam sistem pendidikan. Politeknik dapat merupakan institusi pendidikan tinggi dan teknik lanjutan serta penelitian ilmiah ternama dunia atau pendidikan vokasi profesional, yang memiliki spesialiasi dalam bidang ilmu pengetahuan, teknik, dan teknologi atau jurusan-jurusan teknis yang berbeda jenis. Istilah tersebut juga dapat merujuk pada sekolah pendidikan menengah yang berfokus pada pelatihan vokasional.

Istilah politeknik berasal dari bahasa Yunani πολύ (polú atau polý) yang berarti "banyak" dan τεχνικός (tekhnikós) yang berarti "seni". Istilah institut teknologi, untuk bagiannya, sering disingkat IT; istilah ini berbeda dengan teknologi informasi.

Walaupun istilah politeknik dan institut teknologi merupakan sinonim, preferensi untuk lebih sering menggunakan suatu istilah berbeda antara setiap negara.

Politeknik di Indonesia

Politeknik dalam pendidikan di Indonesia merupakan salah satu bentuk perguruan tinggi selain akademi, institut, sekolah tinggi, dan universitas. Politeknik menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.

Dalam kedudukannya sebagai perguruan tinggi, politeknik merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan pofesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan kesejahteraan umat manusia serta memperkaya kebudayaan nasional.

Politeknik merupakan pendidikan profesional yang diarahkan pada kesiapan penerapan keahlian tertentu. Guna mencapai maksud itu, politeknik memberikan pengalaman belajar dan latihan yang memadai untuk membentuk kemampuan profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jenjang Pendidikan

Seperti yang sebelumnya dijelaskan bahwa Politeknik adalah bentuk jenjang pendidikan Vokasi atau keahlian profesional yang lulusannya akan mendapatkan gelar Sarjana Sains Terapan atau D4 yang setara dengan S1, dalam proses pendidikannya peserta didik akan mendapatkan berbagai bentuk praktikum dan materi yang porsinya semimbang yakni materi 50% dan Praktikum 50%.

Hal ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan-keterampilan yang kemudian digunakan untuk bekal pekerjaan sesuai keahlian masing masing.

Tagged : http://eepis-its.edu/

Proses Turunnya Al-Qur'an


Para ulama ahli tafsir menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an berdasarkan dalil ayat Al-Qur’an dan riwayat Hadits shahih melalui tiga tahap yaitu :


Tahap Pertama, Al-Qur’an berada di Lauh Mahfuzh, sebagaimana firman Allah:
“padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka. Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.” (Q.S. Al-Buruuj: 20-22)

Ketika Al-Qur’an berada di Lauh Mahfuzh tidak diketahui bagaimana keadaannya, kecuali Allah yang mengetahuinya, karena waktu itu Al-Qur’an berada di alam ghaib, kemudian Allah menampakkan atau menurunkannya ke Baitul ‘Izzah di langit bumi. Secara umum, demikian itu menunjukkan adanya Lauh Mahfuzh, yaitu yang merekam segala qadha dan takdir Allah SWT, segala sesuatu yang sudah, sedang, atau yang akan terjadi di alam semesta ini. Demikian ini merupakan bukti nyata akan mengagungkan kehendak dan kebijaksanaan Allah SWT yang Maha Kuasa.

Jika keberadaan Al-Qur’an di Lauh Mahfuzh itu merupakan Qadha (ketentuan) dari Allah SWT, maka ketika itu Al-Qur’an adanya persis sama dengan keadaannya sekarang. Namun demikian hakekatnya tidak dapat diketahui, kecuali oleh seorang Nabi yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya. Dan segala sesuatu yang terjadi di bumi ini telah tertulis dalam Lauh Mahfuzh sebagaimana firman Allah :
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”(Q.S. Al Hadiid: 22)

Tahap Kedua, Al-Qur’an dari Lauh Mahfuzh diturunkan ke langit bumi (Baitul ‘Izzah)
Berdasarkan kepada beberapa ayat dalam Al-Qur’an dan Hadits berkah yang dinamakan malam Al-Qadar (Lailatul Qadar) dalam bulan suci Ramadhan. Sebagaimana firman Allah :
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan.”(Q.S Al-Qadr: 1)

Dan firman Allah :
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (Q.S. Al Baqarah: 185)

Dan firman Allah :
“sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (Q.S. Ad-Dukhaan: 3)

Tiga ayat tersebut di atas menegaskan bahwa Al-Qur’an, diturunkan pada suatu malam bulan Ramadhan yang dinamakna malam Lailatul Qadar yang penuh berkah. Demikian juga berdasarkan beberapa riwayat sebagai berikut : 
“Riwayat dari Ibn Abbas ra. berkata : Al-Qur'an dipisahkan dari Adz Dzikir lalu Al-Qur'an itu diletakkan di Baitul Izzah dari langit dunia, lalu Jibril mulai menurunkannya kepada Nabi.”

Dan hadis riwayat Ibnu Abbas :
“Riwayat dari Ibnu Abbas berkata : Al-Qur'an diturunkan sekaligus langit bumi (Bait Al-Izzah) berada di Mawaqi’a Al-Nujum (tempat bintang-bintang) dan kemudian Allah menurukan kepada Rasul-Nya dengan berangsur-angsur.”

Dan hadits riwayat Imam Thabrani :
“Riwayat dari Ibnu Abbas ra. berkata : Al-Qur'an diturunkan pada malam Al-Qadar pada bulan Ramadhan di langit bumi sekaligus kemudian diturunkan secara berangsur-angsur.”
Ketiga riwayat tersebut dijelaskan di dalam Al-Iqam bahwa ketiganya adalah sahih sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Suyuthy riwayat dari Ibn Abbas, dimana dia ditanya oleh Athiyah bin Aswad dia berkata : “Dalam hatiku terdapat keraguan tentang firman Allah dalam surah Al - baqarah ayat 185 :
“ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran…….”

dan firman Allah dalam surah Al – Qadr ayat 1:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”

Sedangkan Al-Qur’an ada yang diturunkan pada bulan Syawal, Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, Safar dan bulan Rabi’ul Awwal dan Rabi’ul Akhir. Ibnu Abbas menjawab bahwa Al-Qur’an itu diturunkan pada bulan Ramadhan malam Lailatul Qadar secara sekaligus yang kemudian diturunkan kepada Nabi secara berangsur-angsur di sepanjang bulan dan hari.

Yang dimaksud dengan nujum (bertahap) adalah diturunkan sedikit demi sedikit dan terpisah-pisah, sebagiannya menjelaskan bagian yang lain sesuai dengan fungsi dan kedudukannya.

Al-Suyuthy mengemukakan bahwa Al-Qurthuby telah menukilkan hikayat Ijma’ bahwa turunnya Al-Qur’an secara sekaligus adalah dari Lauh Al-Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit pertama.

Barangkali hikmah dari penurunan ini adalah untuk menyatakan keagungan Al-Qur’an dan kebesaran bagi orang yang diturunkannya dengan cara memberitahukan kepada penghuni langit yang tujuh bahwa kitab yang paling terakhir yang disampaikan kepada Rasul penutup dari umat pilihan sungguh telah diambang pintu dan niscaya akan segera diturunkan kepadanya.

As-Suyuthy berpendapat andaikata tidak ada hikmah Ilahiyah yang menyatakan turunnya kepada umat secara bertahap sesuai dengan keadaan niscaya akan sampai ke muka bumi secara sekaligus sebagaimana halnya kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Tetapi karena Allah SWT membedakan antara Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya, maka Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap, turun secara sekaligus kemudian diturunkan secara berangsur sebagai penghormatan terhadap orang yang akan menerimanya.

Tahap Ketiga : Al-Qur’an diturunkan dari Baitul-‘Izzah kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari dengan cara sebagai berikut :
a. Malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya. Dalam hal ini Nabi SAW tidak ada melihat sesuatu apapun, hanya beliau merasa bahwa itu (wahyu) sudah ada dalam kalbunya. Mengenai hal ini Nabi mengatakan: “Ruhul Qudus mewahyukan ke dalam qalbuku.” 

Firman Allah SWT :
“Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.”(Q.S. Asy Syuuraa : 51).

b. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu.

c. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya lonceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat, meskipun turunnya wahyu itu di musim dingin yang sangat. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat, bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit : “Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu itu seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata. Kemudian setelah selesai turunnya wahyu, barulah beliau kembali seperti biasa.”

d. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki seperti keadaan point b, tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. Hal ini tersebut dalam Al-Qur’an :
Artinya : “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha.” (Q.S. An-Najm: 13-14).

SHOLAWAT AL-BANJARI


Assalamu'alaikum, Wr. Wb.

Apa yang disebut Sholawat Al-Banjari?
Sholawat Al-Banjari adalah salah satu jenis kesenian Islami yang bertujuan untuk bersholawat kepada Baginda Rosulullah Muhammad SAW. Musik ini adalah salah satu genre dari musik rebana yang diantaranya adalah Al-Banjari, Qasidah, Marawis, Ishari dan masih banyak lagi.

Sholawat Al-Banjari terdiri dari alat musik yang berupa 4 Terbang dan 1 Bass dengan diiringi 5 vokal yang masing-masing memiliki tinggi nada yang berbeda sehingga terbentuk suatu paduan suara yang indah. Lagu yang dinyanyikan juga bermacam-macam, mulai dari sholawat dziba', Burdah, lagu-lagu pujian berbahasa Arab hingga bahasa Indonesia dan Jawa-pun bisa di padukan dengan musik ini.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin banyak genre musik yang modern di kalangan anak mudah, ternyata musik Banjari juga tak kalah menarik perhatian kalangan muda hingga tua. Buktinya, di daerah jawa timur banyak diselenggarakan Festival Al-Banjari di berbagai majid, Universitas hingga tempat-tempat dinas pemerintah. pesertanyapun tidak hanya dari kalangan tua, namun kalangan muda bahkan anak-anak pun sangat antusias mengikuti Festival ini. Selain Festival, Musik ini juga banyak ditemui dalam acara Religi, Pernikahan dan Khitanan.

Saya sendiri adalah pecinta Musik Banjari, hingga berbagai group Alhamdulillah pernah saya ikuti. Antara lain : Group JAMFIS (Jam'iyah Almunsyidul Musytaq Fatwa Islamiyah) SMA Negeri 2 Lamongan, UKM Cinta Rebana ITS, Al-Sinuwun, Al-Huda, An-nur, Al-Fajr, Grup SMPN 1 Lamongan, Grup Banjari EEPIS-ITS dan grup-grup lain yang saya lupa namanya, hehe.
Berbagai pengalaman saya dapat dari sana, dari keikhlasan bersholawat, organisasi hingga suka-duka.

Grup ini menerima berbagai masukkan, kritik, saran dan berbagai info mengenai Musik Al-Banjari.

Demikian tulisan saya Mengenai Sholawat Al-Banjari, semoga bermanfaat dab memberikan inspirasi untuk Iman Islam pembaca.

Wassalamu'alaikum, Wr. Wb.